PDAM Defisit Transparansi

VOKALNEWS.COM, BOJONEGORO – Alokasi belanja modal (capital expenditure) Perumda Air Minum Tirta Buana Bojonegoro tahun 2025 memicu sorotan tajam dari pengamat kebijakan publik. Dokumen review laporan keuangan auditan menyingkap fakta bahwa mayoritas dana investasi perusahaan dikonsentrasikan secara ekstrem pada satu proyek tunggal, yakni pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Campurejo. Dari total belanja modal perusahaan tahun 2025 yang bernilai Rp15,28 miliar, sebanyak Rp9,98 miliar atau setara 65,3 persen tersedot habis untuk membiayai proyek tersebut. Dana jumbo yang setara dengan 22,3 persen total pendapatan usaha tahunan BUMD ini digelontorkan melalui empat tahap pembayaran sepanjang tahun 2025—mulai dari uang muka 20% pada bulan Mei sebesar Rp1,85 miliar, hingga termin ketiga pada November senilai Rp3,04 miliar.

Namun, ketajaman analisis tim independen menemukan adanya ‘defisit transparansi’ yang serius dalam dokumen CALK perusahaan. Manajemen Tirta Buana diketahui sama sekali tidak mengungkapkan identitas rekanan atau kontraktor pelaksana, nomor dan tanggal kontrak kerja, nilai total komitmen kontrak, hingga kejelasan mekanisme tender pengadaan barang dan jasanya kepada publik.

Lebih mengkhawatirkan lagi, seluruh megaproyek bernilai hampir Rp10 miliar ini sepertinya didanai murni secara mandiri melalui penggerusan kas internal perusahaan akibat absennya penyertaan modal baru dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro selaku Pemilik Modal pada tahun 2025. Langkah membiayai aset tidak lancar jangka panjang murni menggunakan kas operasional jangka pendek ini dinilai pakar keuangan sebagai kebijakan berisiko tinggi yang mengorbankan ruang likuiditas korporasi.*Yans212

By Yans212

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *